Minggu, 19 November 2017 19:19 WIB Jl.Kampung Kalawi RT2 RW5 Telp.(0751)-812860

Mendagri: Ahok ""Sudah Tamat"

Erisman Posmetroglobal.co.id - 12 Mei 2017 18:45:18 WIB

POSMETROGLOBAL,CO.ID--Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyebut Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tidak bisa kembali menjadi gubernur DKI Jakarta meski mendapatkan status tahanan kota. Status tahanan yang melekat pada Ahok menjadi kendala.
"Saya orang hukum tapi bukan pakar, kita tunggu dulu. Karena keputusan kemarin itu menjadi satu bagian dihukum dua tahun dan penahanan," kata Tjahjo Kumolo di Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2017).
"Misalnya, banding diputuskan tahanan kota, saya nggak melihat bebasnya, nggak melihat kotanya. Ditahan. Soal ditahan, ditahan di Cipinang, ditahan di Brimob, ditahan di Kota, tahan kampung, tahan RW, kan ditahan," sambungnya
Dikutip dari detik,.com, menurut mendagri, status tahanan yang melekat kepada Ahok membuatnya tidak bisa menjalankan tugas-tugas pemerintahannya. Pada kesempatan itu, Tjahjo berharap salinan resmi keputusan pengadilan soal Ahok dapat diterima hari ini.
"Kalau hari ini minimal dapat nomornya saja, mungkin hari ini sudah bisa diberhentikan sementara. Sampai hukum tetap, apakah banding, ataukah nanti ada tahap lain," terangnya.
Proses pelantikan Djarot Saiful Hidayat sebagai plt gubernur untuk menggantikan Ahok yang dilakukan cepat setelah putusan pengadilan lalu karena pemerintah menginginkan pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat Jakarta tetap berjalan. Apalagi, wakil gubernur tidak dapat menandatangani persuratan.
"Bahwa seseorang kepala daerah yang ditahan dia tidak berwenang untuk menjabat, maka ditunjuk wakilnya. Kalau wakil nggak ada bisa Sekda, atau kami bisa menunjuk eselon satu di Depdagri," kata Tjahjo.
Seperti ramai diberitakan, Ahok tersandung kasus hukum dalam hal penistaan agama. Ungkapan Ahok di pulau Pramuka, mengantarkan mantan wakil Jokowi di DKI 1 itu  ke balik jeruji besi. Putusan pengadilan yang dinilai banyak pihak kontroversi, padahal mereka (para pakar hukum) mengaku taat pada hukum yang berlaku dan tidak bisa berbuat banyak dengan putusan itu. (man)

TAG :

Komentar FB