Minggu, 19 November 2017 19:11 WIB Jl.Kampung Kalawi RT2 RW5 Telp.(0751)-812860

Pagar Makan Tanaman, Ketagihan Paman Gauli Ponakan Berulangkali

Erisman Posmetroglobal.co.id - 30 Mei 2017 06:47:31 WIB
Korban pemuas nafsu sang paman usai melapor ke polisi

POSMETROGLOBA,CO.ID—Datangnya petaka bukan hanya di luar rumah, akan tetapi dimana-mana petaka pasti ada. Bahkan, ibarat kata “pagar makan tanaman”, sudah banyak terjadi. Sebab, sekarang ini setan alias iblis bin turunan dajjal bukan lagi berwujud halus, akan tetapi sudah bisa bicara langsung dengan manusia dan berjalan juga seperti manusia juga.

Seperti halnya yang terjadi di Manado ini, sebuat saja Bunga , gadis belia yang masih berusia sekolah terpaksa pasrah walau tak rela ketika “rudal balistik” milik sang paman yang sudah lebih setengah abad memporak porandakan benteng terakhir dalam dirinya. Persitiwa yang terjadi di  Pulau Mantehage sejak pertengahan Mei lalu dan baru dilaporkan ke polisi tanggal 27 Mei yang menjadi tersangkanya jelas sang paman yang berinisial LH (33).

Menurut sang empunya punya kasus, peristiwa tragis bin laknat itu justru terjadi ketika gadis malang itu dititipkan orangtuanya bersama dengan adik korban kepada pelaku. "Saat itu saya titip anak saya ke pelaku karena saya ingin pergi ke Ambon untuk bekerja disana,” ujar Ibu korban yang meminta namanya tidak diberitakan.

Pucuk dicinta ulampun tiba, setan yang menjadi teman sang paman mulai merayu. Rayuan sang iblis teramat sangat enak didengar pelaku, apalagi sejak bulan Desember lalu sang gadis sudah diajak pelaku untuk berpacaran.

“Edannya. Tanggal 11 Maret pelaku membujuk korban untuk melakukan hubungan layaknya suami isteri, namun saya menolaknya,” terang korban. Namun, akhirnya korban harus menyerahkan kesuciannya ke pamannya sendiri karena terus dibujuk. Berawal dari situlah korban terus disetubuhi setiap malam.

Karena tidak tahan perbuatan pelaku terhadap korban meminta bersetubuh setiap malamnya, korban akhirnya memberanikan diri untuk menceritakan perbuatan pelaku ke ibunya sendiri. “Saya ceritakan ke ibu, karena pelaku terus memaksa untuk berhubungan badan setiap malam hari,” beber korban.

Mendengar pengakuan korban, akhirnya ibu korban memutuskan untuk pulang, kemudian bersama korban melapor ke Mapolresta Manado. Kasubag Humas Polresta Manado AKP Rolly Sahelangi saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan sudah kami terima dan akan segera ditindak lanjuti,” pungkas dia, seperti dilansir sindonews.com. (man)

TAG :

Komentar FB