Minggu, 19 November 2017 19:09 WIB Jl.Kampung Kalawi RT2 RW5 Telp.(0751)-812860

Pansus Hak Angket DPR Ungkap “Kebobrokan” KPK

Erisman Posmetroglobal.co.id - 05 Agustus 2017 18:49:24 WIB

POSMETROGLOBA.CO.ID—Benarkah yang dilakukan KPK? Jika benar, berarti kinerja KPK selama ini menjebak para tersangka. Sebab, hasil temuan tim pansus hak angket DPR soal kinerja KPK sungguh sangat mengejutkan. KPK dalam mengungkap kasus-kasus, bukan hanya melakukan intimidasi (walau halal dalam mengungkap kebenaran), akan tetapi juga berusaha mengkondisikan saksi palsu. Dugaan itu diungkap Wakil Ketua tim Pansus DPR Masinton Psaribu.

Dikutip dari sindonews.com, Sabhtu (05/08/2017) pansus hak angket DPR menyoroti dugaan penyimpangan dan tindakan tidak sesuai prosedur yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Salah satunya menyangkut dugaan KPK menggunakan saksi palsu untuk suatu perkara.

Wakil Ketua Pansus angket DPR Masinton Pasaribu mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa KPK memiliki rumah sekap untuk mengondisikan saksi palsu. Dia menyebutkan, ada dua buah rumah sekap berupa aprtemen di wilayah Kelapa Gading, dan di daerah Depok.

Caranya menurut Masinton, "Penyidik menyekap orang yang akan dikondisikan sebagai saksi palsu," ujar Masinton dalam acara diskusi Polemik Sindo Trijaya bertema Cerita Novel, KPK, dan Pansus DPR, di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/8/2017).

Masinton menambahkan, selain disekap, pengondisian saksi palsu juga disertai dengan tindakan kekerasan. Selain memperoleh informasi terkait rumah sekap, dirinya juga menerima informasi terkait dugaan tukar guling kasus oleh KPK.

Bahkan, kata dia Pansus juga menemukan indikasi KPK mengistimewakan koruptor tertentu terkait dugaan adanya penyelewengan harta sitaan para koruptor. "Ada koruptor yang dibina KPK. Saya sebut saja, Nazaruddin. Ada aset yang Katanya sudah disita, tapi dikelola oleh tangan lain. Ada mafia sita aset di dalam," ungkapnya.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini memastikan pihaknya akan memanggil KPK untuk meminta klarifikasi terkait informasi tersebut. Dia meminta KPK bersiap dan berani menjelaskan di depan Pansus. (man)

TAG :

Komentar FB