Minggu, 19 November 2017 19:04 WIB Jl.Kampung Kalawi RT2 RW5 Telp.(0751)-812860

Awas, Penipu Catut Nama Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Sumbar

Erisman Posmetroglobal.co.id - 13 Agustus 2017 11:34:22 WIB

POSMETROGLOBAL,CO.ID-Kini, berbagai upaya dan cara dilakukan para penipu untuk menjerat korbannya. Sebagai bukti, Kamis 10 Agustus 2017 penipu kelas kampret itu menyasar posmetroglobal yang kebetulan saat itu memang sedang berada di kantor. Pria yang mengaku Kepala Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Burhasman Boer tersebut nampaknya beroperasi punya kelompok.

Sebelum sampai kepada lelaki yang bicaranya berlogat Selatan (seperti Palembang, Lampung dan Bengkulu) itu, terlebih dahulu menyuruh orang lain menelpon, dan kemudian sipenelpon pertama ini memberikan nomor hp yang mengaku Kepala Dinas gadungan dan minta dihubungi.

Ketika dihubungi itulah terjadi negosiasi yang berujung kepada rayuan gombal yang kemudian berlanjut kepada upaya penipuan.

Kronologis

Kamis, sekitar pukul 11.00 WIB siang, datang telepon yang mengaku ajudan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat. Telpon rumah tersebut diangkat, dan dari ujung telpon terdengar suara yang menanyakan direktur CV. Hendra Bersaudara yang kebetulan ikut tender pada paket pekerjaan timbunan halaman SMA Negeri 1 Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman.

Pada tender tersebut, berdasarkan nomor rangking penawar CV. Hendara Bersaudara sendiri berada pada peringkat 12 dari 17 penawar. Jika, evaluasi benar dan sesuai aturan yang berlaku, maka cv. Hendra bersaudara dipastikan tersingkir dan tidak bisa menang.

Lelaki yang mengaku ajudan Kepala Dinas Pendidikan itu, kepada posmetroglobal minta untuk menghubungi Kepala Dinas sembari memberikan nomor hp dengan nomor 08127485726. Bahkan, lelaki itu memastikan bahwa nomor Kadis gadungan tersebut justru minta posmetroglobal untuk mengeja nomor yang diberikannya berulangkali. Setelah pasti, ia berpesan agar posmetroglobal segera menghubungi sang kadis sesegera mungkin, sebab hari itu Kamis akan ada rapat dengan pokja ULP Provinsi Sumbar guna penentuan pemenang.

Setelah posmetroglobal dapat nomor tersebut dan melanjutkan makan siang (kebetulan saat telepon masuk) lagi makan. Setelah makan, barulah menghubungi sang kadis gadungan. Dalam hubungan telepon tersebut, sang kadis meyakinkan posmetroglobal untuk bisa dimenangkan pada tender tersebut. Dalam dialog, sang kadis menawarkan kepada posmetroglobal berapa sanggup memberi anak buahnya jika dimenangkan dalam tender dimaksud.

Karena posmetroglobal keberatan menyebutkan angka, maka dia yang minta 2,5 persen dari nilai tawaran cv. Hendra bersaudara sebesar Rp.254.452.000,00,-. Itu artinya cv hendra bersaudara harus setor ke kepala dinas gadungan senilai Rp. 6.336.000,00,-. Dan berdasarkan angka itu maka posmetroglobalk menyanggupi membayarnya dan minta kepada sang kepala dinas dimana pertemuan, dan apakah uangnya harus disetor sekarang (hari kamis-red).

Sang kepala dinas gadungan ketika diminta waktunya untuk bertemu justru mengelak dan minta agar uangnya ditransver saja melalui rekening,. Dan posmetroglobal menyanggupinya, sembari minta nomor rekening sang kepala dinas. Dan seperempat jam kemudian sebuah sms masuk mengirimkan nomor rekening atas nama m.afandi di bank BNI. Hal itu juga berdasarkan kesepakatan.

Setelah nomor rekening masuk, seperempat jam kemudian sang kepala dinas gadung yang nampaknya cukup yakin bahwa umpannya termakan posmetroglobal kembali nelpon yang sebelumnya ditelpon oleh seorang wanita yang mengatakan bahwa pak Kadis mau ngomong. Setelah diiyakan, maka sang kepala dinas gadung menyebutkan bahwa itulah nomor rekeningnya, dan sedapatnya harus dikirim hari itu juga, yaitu Kamis tanggal 10 Agustus, posmteroglobal menyanggupinya, tapi dengan catatan uang bisa ditransver setelah bendaharawan sampai di rumah, dan sang kepala Kadis gadung mengiyakan, yang penting hari itu ditransver katanya.

Karena tak kungjung ada transver dan ada informasi dari posmetroglobal, maka sekitar pukul 14.00 WIB yang bersangkutan kembali menelpon, dan minta segera transver, padahal jam itu posmetroglobal sudah bisa meyakinkan bahwa yang menelpon bukanlah kepala dinas pendidikan dan kebudayaan sumatera barat Burhasman Boer, MM sebab dari informasi yang posmetoglobal dapat (belum pernah ketemu), bahwa Burhasman Boer adalah putra asli Kalumbuk ,Kec. Kuranji, kota Padang dan informasi itu juga menyebutkan, bahwa sang kepala dinas adalah orang baik, dan sangar jarang bicara kasar.

Maka, sembari mencari informasi lengkap soal telpon itu, posmetroglobal berusaha mengulur-ulur waktu pembayaran, apalagi berdasarkan analisa karyawan cv hendra bersaudara, bahwa itu adalah penipuan. Karena itu pulalah posmetroglobal berusaha mengulur waktu pembayaran dan bahkan sampai berita ini diturunkan.

Sebagai informasi, posmetroglobal.co.id, dikelola oleh cv. Hendra bersaudara yang juga merupakan sebuah perusahaan kontraktor di padang.  (man)

 

TAG :

Komentar FB