Sabtu, 20 Januari 2018 10:25 WIB Jl.Kampung Kalawi RT2 RW5 Telp.(0751)-812860

Bupati Tapsel Digelandang, Politikus PD Lolos

Posmetroglobal.co.id - 07 Oktober 2014 08:57:48 WIB
Bupati Tapanuli Selatan Bonaran Situmeang memberikan keterangan kepada wartawan

POSMETROGLOBAL.CO.ID, JAKARTA – Satu persatu pejabat yang “diperas” mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar dicokok dan dijebloskan masuk bui. Para penyelenggara itu ditetapkan sebagai tersangka setelah Akil Mochtar divonis bersalah oleh pengadilan Tipikor. Sore Senin (6/10/2014), giliran Raja Bonaran Situmeang bupati Tapanuli Selatan yang digelandang KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) utuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan.

Walau yang bersangkutan marah-marah dan tak terima dengan penangkapannya, namun tim dari KPK tetap menggelandang yang bersangkutan. Ia mengaku tak tahu kesalahannya sehingga ditetapkan sebagai tersangka, padahal sejak beberapa waktu lalu KPK sudah melnsir bahwa yang bersangkutan telah menyuap Akil Mochtar utuk dapat menjadi bupati di Tapanuli Selatan.

Seperti dilasir Tribun News.com, bupati Raja Bonaran Situmeang nampak geram saat ditangkap. Ia mengklaim tak tahu apa kesalahannya, sehingga ditetapkan sebagai tersangka. "Saya tanya apa salah saya?" kata Bonaran dengan nada tinggi sebelum digiring ke mobil tahanan.

Bonaran membantah melakukan suap kepada Akil Mochtar berkaitan dengan pengurusan gugatan sengketa Pilkada Tapteng di Mahkamah Konstitusi (MK). Bonaran menuding ada muatan politis dalam kasusnya. Bonaran mengaku, tidak pernah menemui Akil saat berperkara, ketika itu lawannya adalah Dina Riana Samosir dan pengacaranya kini menjadi Pimpinan KPK, Bambang Widjojanto.

"Saya tidak pernah bertemu dengan Akil Mochtar. Saya tidak mengerti apa persoalannya," kata Bonaran. Bonaran keluar dari KPK sekitar pukul 16.35 WIB mengenakan rompi tahanan. Sebelum menjadi bupati, Bonaran sempat menjadi pengacara Anggodo Widjojo yang kemudian mencuat menjadi isu Cicak VS Buaya itu menegaskan bahwa KPK telah menzoliminya. "Saya dizolimi," kata Bonaran.

Pada pemeriksaa, Bonaran mengklaim belum ditanya KPK soal hubungannya dengan mantan Ketua MK, Akil Mochtar. Terlebih Bonaran menilai, KPK belum menunjukkan dua alat bukti yang menjadi dasar dirinya ditetapkan tersangka.

"Saya tanya mana dua alat bukti permulaan itu, saya tanya, gak ada juga bukti itu!" tegas Bonaran.

            Seiring dengan berakhirnya masa keemasan partai Demokrat tahun ini, mantan ketua Komisi VIII yang juga politikus Partai Demokrat (PD) lolos dari penahanan usai menjalanai pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Senin  sore.

Padahal hari ini dirinya diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap dalam penetapan APBN-P 2013 Kementerian ESDM oleh Komisi VII DPR.

Sutan yang keluar kantor KPK sekitar 19.40 WIB itu dengan lenggang menuruni tangga KPK, dan menuju mobilnya yang terparkir di halaman kantor KPK.  Ia hanya tertawa kecil saat dicecar pertanyaan oleh sejumlah awak media. Namun, ia tetap tak menjawab sampai akhirnya masuk ke dalam mobil.

Juru Bicara KPK, Johan Budi dikonfirmasi soal belum ditahannya Sutan, mengatakan itu kewenangan penyidik. Namun, biasanya seorang tersangka ditahan pihaknya, setelah berkas pemeriksaannya sudah melewati 50 persen.

"Tetapi tetap semua kewenangan penyidik," kata Johan.

Sebelumnya, KPK juga sudah memeriksa mantan Ketua Komisi VIII DPR tersebut. Namun sebagai saksi untuk tersangka mantan Sekjen Kementerian ESDM, Waryono Karno dan mantan Ketua SKK Migas, Rudi Rubiandini. (man)

TAG :

hukum
Komentar FB