Minggu, 19 November 2017 19:04 WIB Jl.Kampung Kalawi RT2 RW5 Telp.(0751)-812860

Ledakan di Kereta Api Bawah Tanah Inggris

Erisman Posmetroglobal.co.id - 15 September 2017 18:16:37 WIB

POSMETROGLOBAL,CO.ID--Ledakan yang terjadi di kereta bawah tanah London di Inggris menimbulkan sejumlah korban luka. Salah satu korban luka dilaporkan berlumuran darah di bagian wajah, sedangkan korban lainnya mengalami luka bakar di sekujur tubuh.

Ledakan ini dilaporkan terjadi di dalam salah satu gerbong kereta bawah tanah yang sedang berhenti di stasiun Parsons Green, London Barat. Pemicu ledakan ini belum diketahui pasti, namun Kepolisian London tengah menyelidikinya sebagai aksi terorisme.

Dituturkan salah satu saksi mata bernama Sham, seperti dilansir media Inggris, The Telegraph, dan dikutip dari detik..com, Jumat (15/9/2017), dirinya melihat seorang pria berlumuran darah di seluruh bagian wajahnya.

"Ada banyak orang yang menangis dan gemetar. Ada banyak orang berjalan pincang dan berlumuran darah. Salah satu pria yang saya temui, wajahnya berlumuran darah -- saya belum pernah melihat sesuatu seperti ini," tutur Sham.

Seorang saksi mata lainnya, Robyn Frost, menuturkan dirinya baru saja tiba di stasiun Parsons Green saat melihat orang-orang berebut untuk keluar. "Saya berjalan ke dalam stasiun, ada darah di lantai dan orang-orang berlarian ke tangga sambil berteriak 'keluar'," ujarnya kepada BBC.

"Orang-orang bergerak keluar dari stasiun dengan berlumuran darah. Orang-orang dibawa dengan tandu ke dalam ambulans," imbuh Frost.

Dalam keterangannya, presenter BBC News, Sophie Raworth yang ada di lokasi kejadian menuturkan, dirinya menemui seorang wanita yang mengalami luka bakar di wajah dan kakinya. Wanita itu harus dibawa dengan tandu ke ambulans.

"Saya berbicara dengan seorang wanita, Laura Bishop, yang menyebut dirinya sedang berdiri di sana dan tiba-tiba mendengar suara ledakan -- dan melihat dinding api, ada api di dalam gerbong," terang Raworth menceritakan percakapannya dengan Bishop.

"Dia (Bishop-red) melihat orang-orang yang mengalami luka bakar di rambut, luka bakar di kepala dan pintu terbuka segera," imbuhnya.

Saat memberikan laporan, Raworth kembali menuturkan dirinya melihat salah satu korban lainnya yang mengalami luka bakar di sekujur tubuh. "Saya baru saja melihat seorang wanita yang dibawa dengan tandu ke sini dan jelas kakinya terbungkus perban dan dia mengalami luka bakar," tuturnya.

"Ada luka bakar di wajahnya -- dia dalam kondisi sadarkan diri, dia bernapas dengan alat bantu dan mendapat obat pereda sakit. Dia tampaknya mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya dari kepala sampai kaki," ujar Raworth.

Kepanikan terjadi saat ledakan melanda salah satu kereta bawah tanah di London, Inggris. Beberapa orang dilaporkan terinjak-injak saat berusaha keluar dari dalam gerbong kereta.

Dituturkan salah satu, kepanikan terjadi saat ledakan di salah satu rangkaian kereta bawah tanah yang berhenti di stasiun Parsons Green pada pukul 08.20 waktu setempat.

Saat kejadian, Richard Aylmer-Hall (53) yang berprofesi sebagai konsultan media teknologi, sedang berada di dalam rangkaian kereta bawah tanah yang bergerak menuju London bagian tengah itu. Dia melihat langsung beberapa orang terluka, setelah terinjak-injak saat akan menyelamatkan diri.

"Saya sedang ada di dalam Tube (kereta bawah tanah), kami baru saja berhenti di Parsons Green, saya sedang dalam perjalanan dari Wimbledon menuju Paddington dan tiba-tiba terjadi kepanikan, banyak orang berteriak, banyak teriakan," kata Aylmer-Hall.

"Ada seorang wanita di peron yang mengaku dirinya melihat sebuah tas, sebuah kilatan cahaya dan suara ledakan, jadi jelas ada sesuatu yang meledak," imbuhnya.

Laporan media-media lokal Inggris menyebut telah terjadi ledakan di dalam kereta bawah tanah yang ada di stasiun Parsons Green, London Barat. Kepolisian Metropolitan London mengakui adanya insiden di stasiun itu dan menyatakan telah mengerahkan personelnya ke lokasi kejadian.

Namun hingga kini belum diketahui sumber dan pemicu ledakan itu. Meskipun sebuah gambar yang beredar luas di media sosial menunjukkan sebuah tas dan semacam ember yang terbakar dan meledak. Namun belum ada konfirmasi resmi dari kepolisian terkait gambar itu.

Saat insiden ini terjadi pada Jumat (15/9) pagi waktu setempat, situasi di kereta bawah tanah London sedang ramai-ramainya. "Situasinya sungguh ramai, kereta District Line saat jam-jam sibuk dari Wimbledon menuju Edgware Road," sebut Aylmer-Hall.

"Saya melihat sejumlah wanita menangis, ada banyak teriakan, ada sedikit desak-desakan di tangga menuju ke jalanan. Beberapa orang terdorong dan terinjak-injak, saya melihat dua wanita ditangani oleh awak ambulans," tuturnya. (man)

TAG :

Komentar FB