Minggu, 19 November 2017 19:03 WIB Jl.Kampung Kalawi RT2 RW5 Telp.(0751)-812860

Tiga Pembunuh Pengusaha Garmen Ditembak, Satu Tewas

Erisman Posmetroglobal.co.id - 15 September 2017 18:34:27 WIB

POSMETROGLOBAL.CO.ID-Trio pembunuh pasangan suami istri, Husni Zarkasih (58) dan Zakiah Husni (53) berupaya menghilangkan jejaknya dengan membuang jasad kedua korban di Kali Klawing, Purbalingga. Tapi upaya itu tidak berlangsung lama, karena polisi langsung menangkap ketiganya kurang dari 48 jam setelah pembunuhan.

Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Didik Sugiarto seperti dilansir detik,com, menyatakan, kasus itu terungkap atas kerja sama Polda Metro Jaya dan Polres Purbalingga. Polres Purbalingga telah mengidentifikasi kedua korban sebagai warga Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, tepat di hari keduanya ditemukan di Kali Kliweng pada Minggu (10/9) sekitar pukul 19.30 WIB.

"Polda Metro Jaya dan Polres Purbalingga kemudian melakukan olah TKP. Hasil olah TKP ditemukan bercak darah di rumah korban dan rumahnya berantakan," ujar Didik saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (15/9/2017).

Terjadi Cekcok

Polisi mencari data-data dan informasi mendalam di rumah korban. Dari hasil olah TKP, diketahui kedua korban tinggal berdua di rumah tersebut. "Posisi di lantai atas itu disewakan atau dikoskan," ucapnya.

Di rumah tersebut, polisi mendalami keterangan para penghuni kosan. Penghuni kosan saat itu memberikan keterangan yang cukup signifikan. Mereka mendengar ada keributan tepat di malam kedua korban dibunuh.

"Jadi ada beberapa saksi dari yang kos bahwa setelah magrib atau sekitar pukul 19.00 WIB terjadi keributan di bawah, tapi para saksi tidak menduga itu kejadian pembunuhan," terangnya.

Barang Hilang

Polisi kemudian menginventarisir barang korban untuk menggali kemungkinan motif perampokan dalam peristiwa pembunuhan tersebut. Diketahui, mobil Toyota Altis warna silver milik korban memang sudah raib saat itu. "Kemudian kita identifikasi di jalur yang dilalui ada CCTV yang memonitor keluarnya kendaraan (mobil) pada paska kejadian," imbuh Didik.

CCTV di sekitar lokasi juga memberi petunjuk, penampakan dua unit motor yang 'mengawal' mobil korban saat meninggalkan rumah korban. Polisi kemudian mengidentifikasi motor yang digunakan para pelaku itu. "Di situ ada dua kendaraan, satu mobil dan dua sepeda motor yang melintas," lanjutnya.

Benang Merah

Tidak sampai situ saja, polisi melacak para pelaku dengan mem-profil korban. Dari keterangan para saksi, diketahui pengusaha garmen ini pernah memiliki karyawan dan juga sopir pribadi.

Informasi yang didapat polisi semakin menunjukkan benang merah. Diketahui, bekas sopir korban bernama Zulkifli alias Zul diketahui berasal dari Purbalingga yang semakin menguatkan benang merah dengan temuan mayat korban yang juga di Purbalingga.

Tidak hanya itu, polisi juga mendapat petunjuk lainnya yang menguatkan dugaan bahwa ada keterlibatan sopir dalam kasus ini. Diketahui, Zul juga pernah tinggal di kawasan Kreo, Ciledug, Tangerang Selatan yang juga merupakan pabrik garmen korban.

"Hasil okah TKP kita identifikasi di tempat korban pernah ada sopir yang berasal dari Purbalingga, sementara sopir yang berasal dari Purbalingga itu tinggal di Kreo yang merupakan tempat usaha garmen milik korban dan di sana juga ada orang lain yang tinggal," terangnya.

 

Pencarian di Grobogan

Setelah menemukan fakta-fakta yang menguatkan bahwa Zul adalah pelakunya, polisi mengintensifkan pengejaran terhadapnya. Zul kemudian terlacak berada di Grobogan.

"Dari hasil olah TKP di Benhil dan olah TKP mayat di Purbalingga, kita mencurigai ada hubungan sopir dengan peristiwa ini. Sehingga kita lakukan pencarian sopir dan beberapa orang lainnya dan pelaku diketahui ada di Grobogan," lanjutnya.

Pada Rabu (13/9) malam, tim dari Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin AKBP Antonius Agus dan Aris Supriyono serta Polres Purbalingga berhasil menangkap pelaku. Zul bersama dua pelaku lainnya yakni Engkos dan Sutarno digerebek saat sedang pesta di sebuah hotel di Grobogan, Jawa Tengah.

"Para pelaku ditangkap di hotel saat sedang pesta uang hasil kejahatan. Kita gerebek di hotel dan ditemukan barang korban ada di tempat itu. Tersangka kita periksa dan hasil interogasi mereka mengakui," sambungnya.

Tersangka Zul tewas ditembak polisi karena mencoba melarikan diri saat diminta menunjukkan barang bukti. Sementara kedua rekannya ditembak di bagian kakinya. Mereka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan atau Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. (man)

TAG :

Komentar FB