Minggu, 19 November 2017 19:11 WIB Jl.Kampung Kalawi RT2 RW5 Telp.(0751)-812860

Siswi SD Perwari Korban Pengeroyokan Ditangani Psikologi?

Posmetroglobal.co.id - 14 Oktober 2014 14:08:54 WIB

POSMETROGLOBAL.CO.ID, PADANG—Apa yang dialami siswi Sekolah Dasar Trisula Perwari, Bukittinggi seperti halnya dimintai uang, kalau tak dikasih dianiaya. Periatiwa ini juga serig di kota Padang sebagai pusat provisi Sumatera Barat, namun saja persoalanya tidak melebar, sebab kebanyakan dari kalangan pelajar itu sendiri menutupinya, takut kasusnya berulang.

Seperti halnya pengakuan siswi kelas V A SD Trisula Perwari ini, mengaku dianiaya delapan orang pelaku lainnya yang sama-sama pelajar SD.

Siswi itu mengaku dikeroyok karena tidak mau memberi uang kepada pelaku pengeroyokan. "Mereka minta uang saya Rp 2.000. Tapi saya endak mau kasih," ujarnya seperti dilansir TEMPO.CO. Gadis cilik itu dimintai keterangan oleh petugas Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bukittinggi, Senin 13 Oktober 2014.

Siswi. Mereka memukul badan dan tangannya. "Sakit-sakit badan ini," ujarnya.

Seperti santer diberitakan berbagai media masaa, baik media cetak maupun elektronik. Kekerasan terhadap korban terekam dalam video yang diunggah ke situs berbagi video, YouTube. Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bukittinggi, Aisyah Ismet, mengatakan pihaknya sedang mengidentifikasi masalah ini untuk mengetahui tingkat trauma yang dialami korban.  "Kita lakukan pendampingan psikologis dan kesehatannya," ujarnya.

Video yang diunggah ke you tube beberapa waktu lalu memperlihatkan, kekerasan oleh sejumlah siswa sekolah dasar terhadap teman sesama peljar. Video berdurasi 1 menit 52 detik ini menayangkan adegan seorang siswi yang tengah dipukuli rekan-rekannya, lelaki dan perempuan.

Tayangan video ini memperlihatkan seorang siswi berpakaian seragam SD dan berjilbab berdiri di pojok ruangan. Sembari menangis, siswi itu menerima pukulan dan tendangan bertubi-tubi dari rekan-rekannya. Tak jelas apa alasannya sehingga siswi itu dipukuli secara bergantian oleh kumpulan anak perempuan dan laki-laki tersebut.

Adegan penyiksaan itu cukup brutal. Berkali-kali anak perempuan itu dihajar dengan kepalan tangan, ditampar, dan ditendang. Bahkan, ada seorang siswa yang melancarkan tendangan sembari melompat, sehingga tendangannya semakin keras. Di sela-sela penyiksaan, beberapa siswa tampil di muka kamera sembari tertawa-tawa. Ada juga lontaran kalimat bahasa Minang yang meminta aksi itu dihentikan.

Kantor berita Antara menyebutkan, peristiwa ini terjadi di SD Trisula Perwari, Bukittinggi. Pemerintah Kota Bukittinggi akan memanggil Yayasan Perwari dalam kaitan dengan kasus kekerasan tersebut. "Selain pihak Yayasan Perwari, kami juga memanggil kepala sekolah dasar tersebut," kata Wali Kota Bukittinggi Ismet Amziz, Ahad, 12 Oktober 2014.

Pemerintah, kata Ismet, meminta penjelasan secara rinci atas kasus kekerasan tersebut dari pihak Yayasan Perwari dan Kepala Sekolah Dasar (SD) Trisula Perwari. "Sangat sedih dan menyesalkan terjadinya aksi kekerasan terhadap murid SD Trisula Perwari dalam ruang kelas yang diunggah di Youtube," kata dia. (man)

TAG :

daerah
Komentar FB