Minggu, 19 November 2017 19:16 WIB Jl.Kampung Kalawi RT2 RW5 Telp.(0751)-812860

Aniaya Demonstran, Polisi Hong Kong Dimutasi

Posmetroglobal.co.id - 15 Oktober 2014 13:59:53 WIB

POSMETROGLOBAL.CO.ID, HONG KONG—Jika di Indonesia, wakil Gubernur DKI Jakarta yang sebentar lagi menduduki orang nomor satu di ibukota itu megaku tak takut HAM, tapi sejumlah polisi Hong Kong justru dimutasi karena isu ini. Para polisi yang ikut mengamankan aksi unjuk rasa masyarakat pro demokrasi, ternyata melakukan aksi penganiayaan.

Seperti dilansir detik.com yag diamboil dari AFP melaporkan, para polisi itu terlibat dalam kasus penganiayaan demonstran. Mereka ditindak tegas, setelah videonya beredar menunjukkan seorang pria yang diborgol, dipukuli dan ditendang polisi.

Rekaman video tersebut ditayangkan oleh jaringan televisi TVB, sesaat setelah bentrokan demonstran pro-demokrasi dengan polisi terjadi pada Selasa (14/10) tengah malam.

Dalam video tersebut, terlihat ada enam polisi yang menyeret seorang demonstran yang diborgol dan tidak bersenjata ke sebuah taman yang ada di dekat lokasi unjuk rasa. Di lokasi yang sedikit gelap tersebut, polisi memukulinya.

Terlihat satu polisi berdiri di atas demonstran tersebut, lalu menonjoknya. Sedangkan tiga polisi lainnya terlihat berulang kali menendang si demonstran. TVB melaporkan, tindak penganiayaan tersebut berlangsung selama 4 menit.

"Polisi sangat prihatin atas isu ini dan akan melakukan penyelidikan yang adil," ucap Menteri Keamanan Hong Kong, Lai Tung-kwok kepada wartawan setempat.

"Polisi yang terlibat dalam insiden tersebut telah dipindahkan dari posisinya sekarang," imbuhnya, tanpa menyebut lebih lanjut jumlah polisi yang diberi sanksi.

Ditempat terpisah, Civic Party yang merupakan salah satu kelompok politik pro-demokrasi di Hong Kong, mengidentifikasi pria dalam video tersebut sebagai salah satu anggotanya yang bernama Ken Tsang.

"Tim hukum Civic Party tengah menangani situasi ini," terang anggota parlemen dari Civic Party, Claudia Mo kepada AFP.

Bentrokan terbaru terjadi saat polisi melakukan operasi pembersihan barikade di sejumlah lokasi unjuk rasa. Demonstran melakukan perlawanan ketika polisi membersihkan ruas jalan Lung Wo Road, dekat kantor pusat pemerintahan.

Ketika demonstran menolak untuk mundur, polisi menyemprotkan semprotan merica ke wajah demonstran dan bentrokan pun tak terhindarkan. Bogem mentah serta tongkat pemukul juga digunakan polisi untuk melawan demonstran yang terus melakukan perlawanan.

Sejumlah demonstran berhasil diamankan, kemudian diborgol dan dibawa dengan mobil polisi. Menurut kepolisian setempat, ada 45 demonstran yang ditangkap dalam bentrokan tersebut. (man)

Komentar FB