Minggu, 19 November 2017 19:18 WIB Jl.Kampung Kalawi RT2 RW5 Telp.(0751)-812860

Sibandel dan Sijenderal “Gila” Ketemu

Posmetroglobal.co.id - 17 Oktober 2014 20:43:11 WIB
AKRAB : Pertemuan Jokowi Prabowo Jumat (17/10/2014) nampak akrab bahkan sempat cipika-cipiki

POSMETROGLOBAL.CO.ID, JAKARTA—Sibandel dan dan sijenderal gila, ungkapan itulah yang mewarnai pertemuan ketika para petinggi MPRmenyambangi kediaman keluarga  Prabowo di Jalan Kertanegara 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dalam rangka mengantarkan  undangan pelantikan presiden 20 Oktober besok.

Pertemuan Prabowo dengan anggota MPR sempat diwarnai canda antara Oesman Sapta Odang salah seorang petinggi MPR dengan Prabowo Subianto. Seperti dilansir Merdeka.com, mereka saling ejek masa mudanya.

Dengan demikian, mereka berdua seakan tak ingin menunjukan konflik yang sempat terjadi diantara mereka berdua, ketika terjadi konflik perebutan jabatan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

"Ini teman saya yang paling bandel," kata Prabowo sembari bercanda, Jumat (17/10).
Oesman Sapta membalas ejekan Prabowo tersebut. Dia menyatakan Prabowo seorang jenderal yang gila.

"Ini teman saya, jenderal paling gila," balas Oesman Sapta dengan bercanda juga.
Setelah bercanda kemudian mereka saling tos tangan. Oesman Sapta pun tak lupa mengucapkan selamat ulang tahun pada Prabowo.

"Selamat ulang tahun, sehat dan panjang umur," terang Oesman Sapta.

Hubungan kedua sempat tidak bagus. Mereka berselisih dalam merebutkan ketua HKTI.
Peseteruan Prabowo dan Osman Sapta berakhir seiring putusan kasasi Mahkamah Agung (MA). Dalam vonisnya, MA menguatkan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) yang sah adalah yang bernaung di bawah kepemimpinan Prabowo.

Mengetahui vonis ini, Osman tidak terima lalu mengajukan upaya hukum verzet ke PN Jakpus. Namun pada 26 April 2012 PN Jakpus tetap bergeming. PN Jakpus tetap pada pendiriannya yaitu Oesman telah dipanggil secara patut tetapi tidak pernah hadir sehingga putusan tak berubah.
"Menyatakan HKTI Prabowo sebagai pencipta dan pemegang hak cipta atas seni logo HKTI. Memerintahkan Ditjan HAKI Kemenkum HAM tunduk atas putusan ini dan menghapus pendaftaran merek hak cipta atas seni logo HKTI nomor 049524 tanggal 22 Desember 2010 dari daftar ciptaan umum Ditjen HAKI," demikian putusan PN Jakpus.

Disisi lain, Tribun News.com memberitakan, Prabowo Subianto berjanji akan berusaha keras menghadiri acara pelantikan Jokowi-JK, Senin (20/10/2014) di gedung MPR. Namun dalam pertemuan Jumat (17/10/2014), Prabowo mengatakan malam ini akan berangkat ke luar negeri.

"Saya akan berusaha keras menghadiri pelantikan Pak Jokowi. Katanya, undangan baru akan disampaikan kepada saya sore nanti oleh Ketua MPR," kata Prabowo sesaat sebelum kedatangan petinggi MPR untuk menyampaikan undangan pelantik presiden saat konferensi pers.

Dalam kesempatan itu, Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Gerindra mengimbau pendukungnya untuk mendukung pemerintajan Joko Widodo - Jusuf Kalla. "Tetapi kami tetap akan mengkritisi," katanya.

Prabowo Subianto dan Jokowi sempat berkelakar tentang keduanya yang akan bernyanyi bersama di Hambalang. "Saya mendapat kehormatan, meskipun Pak Jokowi sudah menjadi Presiden, beliau sanggup datang ke Hambalang di rumah saya untukl bernyanyi bersama," katanya.

Demi terjadinya islah nasional politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Aria Bima kepada Tirbun News, mengaku dirinyalah yang memfasilitasi pertemuan antara Presiden terpilih Joko Widodo, dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Pertemuan dilakukan di kediaman keluarga Prabowo yang berlokasi di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2014).

"Jokowi yang ingin minta pertemuan ini. Jokowi kemarin utus saya untuk bisa bertemu Prabowo, sekitar jam 1 siang (13.00 WIB) habis paripurna," ujar Aria

Menurutnya, ajakan pertemuan tersebut, disambut baik oleh Prabowo, agar dapat memberikan kesejukan bagi elit politik maupun masyarakat. Aria mengaku jika dirinya secara kebetulan kenal dengan Prabowo, sejak Megawati memilih Prabowo sebagai wakilnya.

"Dulu kan saya yang mendampingi beliau (Prabowo) ketika jadi cawapres bu Mega. Secara pribadi saya kenal, makanya ketika ingin melakukan pertemuan, saya yang diminta," kata Aria.

Aria beralasan, jika pertempuan singkat itu lantaran mendekati waktu pelaksanaan sholat Jumat, dan baru pukul 08.00 WIB, Jokowi meminta kepastian pelaksaan di kediaman Prabowo yang berolakasi di Jalan Kertanegara. (erisman)


 

TAG :

nasional
Komentar FB