Minggu, 19 November 2017 19:14 WIB Jl.Kampung Kalawi RT2 RW5 Telp.(0751)-812860

LPSK Investigasi Kasus Kekerasan di Bukittinggi

Posmetroglobal.co.id - 18 Oktober 2014 23:43:52 WIB

POSMETROGLOBAL.CO.ID, JAKARTA—Kasus kekerasan terhadap siswa Sekolah Dasar di Bukittinggi yang dilakukan sesama murid, mendapat perhatian khusus dari LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban). Bahkan LPSK melakukan investigasi terhadap kasus ini.

Kasus kekerasan terhadap anak di sebuah sekolah dasar di daerah Bukittinggi, Sumatera Barat, diunduh melalui situs di internet.

Keterangan tertulis Wakil Ketua LPSK Edwin Partongi kepada Antara, Sabtu menyebutkan,
" Kami  merespons kasus kekerasan ini dan untuk mengetahui secara langsung apa yang terjadi," katanya. Edwin memaparkan, ada dua hal yang menjadi perhatian tim investigasi LPSK.

 

Pertama terkait adanya pemeriksaan terhadap pengunggah video kekerasan ini ke media sosial.
Ia berpendapat, pihaknya memandang pengunggah video kekerasan anak di situs Youtube itu bisa dikategorikan sebagai "whistleblower" karena kalau tidak ada pengunggah itu, tentu kasus ini tidak diketahui secara luas.

Namun, LPSK menyayangkan penampilan kekerasan dalam video itu yang tidak melalui sensor karena baik korban maupun pelaku sama-sama masih anak-anak sehingga sensor dinilai sebagai hal yang penting guna melindungi masa depan mereka.

Hal lainnya yang menjadi perhatian LPSK adalah harapan agar peristiwa itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan mengingat pelaku dan korbannya anak-anak.

"Berdasarkan aturan hukum, peristiwa pidana dengan korban dan pelaku anak dikembalikan kepada pihak keluarga. Ruang untuk rekonsiliasi harus dibuka sebesar-besarnya," jelasnya.

LPSK juga mengimbau kepada keluarga pelaku untuk menunjukkan empati dan simpati terhadap korban dan keluarganya agar penyelesaian secara kekeluargaan bisa ditempuh secara optimal.

Wakil Ketua LPSK menyayangkan adanya kelalaian dari pihak sekolah dalam mengawasi anak didiknya sehingga bisa terjadi kekerasan di lingkungan sekolah sehingga pihak sekolah dinilai harus diberikan sanksi. "Berdasarkan informasi yang kami peroleh, ini bukanlah peristiwa pertama terhadap korban," ujarnya.

Hasil investigasi tersebut selanjutnya akan menjadi pertimbangan LPSK dalam memberikan perlindungan baik terhadap korban maupun pengunggah video kekerasan.

Febby Datuak Bangso, adalah pengunggah video dugaan penganiayaan anak SD di Buktittinggi ke situs You Tube, yang bersangkutan sempat diperiksa Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) di Polres Bukittinggi, Senin (13/10) malam.

Pengunggah yang juga Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumbar, di Padang, Selasa (14/10), dicecar dengan 21 pertanyaan dari pihak Kepolisian.

"Kami berprasangka baik saja dengan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, karena niat untuk mengunggah video itu juga baik, agar sistem pendidikan di Sumbar bisa diperbaiki dan kekerasan tidak terjadi lagi di sekolah-sekolah," katanya. (erisman)

 

TAG :

Komentar FB