Minggu, 19 November 2017 19:18 WIB Jl.Kampung Kalawi RT2 RW5 Telp.(0751)-812860

Prabowo “Sowan” ke Jusuf Kalla

Posmetroglobal.co.id - 21 Oktober 2014 18:27:33 WIB

POSMETROGLOBAL,CO.ID, JAKARTA—Perseteruan yang cukup alot  dalam proses pemilihan presiden antara kubu Jokowi-JK dengan kubu Prabowo –Hatta, mencair seiring dengan dilantiknya Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil Presiden RI ke 7 Senin. Sikap kenegarawanan yang dipertontonkan Prabowo-Hatta telah membuat Negara ini semakin besar dan disegani dunia Internasional.

Dalam proses demokrasi yang sempat berseteru sampai ke mahkamah konstitusi itu, ternyata tak membuat kubu kedua belah pihak terpecah. Buktinya, disamping hadir dalam acara pelantikan Senin tanggal 20 Oktober 2014, Selasa 21/10/2014 atau sehari usai dilantik, ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya Prabowo Subianto menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Pertemuan dua tokoh yang sempat berseteru di laga Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli lalu itu berlangsung cair, penuh canda dan tawa.

Di musim kampanye Pilpres lalu Prabowo dan JK sempat terlibat saling 'serang' saat sesi debat capres dan cawapres. "Secara resmi juga saya minta maaf," kata Prabowo usai bertemu JK di kantor Istana Wakil Presiden seperti dilansir detik.com dan beberapa media lainnya.

"Sama-sama saya juga minta maaf, ya namanya kampanye," jawab JK yang berada di samping Prabowo sambil tertawa.

Menurut Prabowo, wajar bila dalam politik dua orang yang tengah bersaing saling 'menyerang' dan melontarkan kritik keras kepada lawan. "Tapi hatinya kita bersatu, dan saya sudah menyampaikan ke beliau ucapan selamat," kata Prabowo.

Dia pun berjanji bersama Gerindra akan mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Pemerintahan ini menurut dia harus diberi kesempatan untuk bekerja.

"Sekarang pemerintah yang resmi harus diberikan kesempatan bekerja, dan kami akan mendukung upaya untuk membuat Indonesia sejahtera," kata mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu. (erisman)

TAG :

nasional
Komentar FB